Langsung ke konten utama

Sukses Terbesar dalam Hidup Saya (LPDP > 1000 kata)



Menjadi tumpuan harapan besar bagi keluarga, bukanlah hal yang mudah. Seorang Rizqi Okta Ekoputris lahir di sebuah keluarga menengah kebawah yang dikepalai oleh seorang guru dari suatu SMP negeri di suatu kota sub-urban, Jember. Dialah yang menjadi tumpuan dan harapan pertama bagi keluarga yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata ini. Memang keluarga ini memiliki kecerdasan diatas rata-rata dan bisa jadi beliau-beliau lah yang terlebih dahulu membawa nama baik keluarga dan berkontribusi besar bagi negara. Namun sayang, ayah saya yang bercita-cita ingin menjadi insinyur tidak diijinkan berkuliah di luar kota sehingga hanya bisa berkuliah FKIP di Universitas Jember karena terkendala biaya. Sedangkan ibu saya, yang selalu menjadi juara kelas, hanya lulus sampai jenjang SMA karena terkendala biaya dan minimnya informasi mengenai beasiswa. Dengan permasalahan tersebut, kesuksesan ini seolah-olah wajib diraih oleh saya selaku anak pertama dan memiliki prestasi yang cukup mumpuni. Oleh karena itu, saya membawa beban cukup besar, yaitu meneruskan cita-cita orang tua saya yang pupus dan menjadi tumpuan pertama keluarga untuk meraih kesuksesan. (164kata)

Sukses merupakan suatu hal yang diinginkan bagi seluruh umat manusia. Sukses ini berarti bermacam-macam oleh tiap individu. Bagi saya, sukses itu berarti seberapa banyak hal yang berhasil dilakukan dan seberapa banyak kontrbusi kepada orang lain, terutama bagi orang disekitar kita. Setiap individu pasti memiliki momen-momen keberhasilannya masing-masing. Usaha-usaha yang telah dilakukan tersebut dinilai berharga dan berdampak besar pada kehidupan individu selanjutnya. Namun alangkah baiknya keberhasilan-keberhasilan tersebut juga bermanfaat bagi orang sekitar. Pada esai ini saya akan memaparkan keberhasilan yang telah saya capai selama hidup di dunia ini.

Ketika saya masih kecil, saya hanyalah anak kecil biasa yang tidak terlalu menonjol. Pada saat itu saya hanya anak pemalu dan tidak pernah rangking kelas. Saya ingat waktu itu ketika kelas 4 SD, guru kelas dan kepala sekolah memanggil murid-murid kelas yang memiliki potensi mengikuti olimpiade akademik tingkat kecamatan untuk maju kedepan. Nama-nama pun dipanggil ditambah tepuk tangan dari murid-murid kelas. Kemudian saya bertepuk tangan cukup keras ketika teman sebangku saya dipanggil. Sembilan siswa telah dipanggil namun guru dan kepala sekolah berdiskusi kecil dengan berbisik-bisik cukup lama. Entah apa yang didiskusikan oleh beliau padahal bangku saya tepat di meja guru. Setelah sekian lama, saya kaget ternyata beliau memanggil nama saya untuk maju kedepan sebagai orang terakhir. Entah kenapa guru saya menyadari kemampuan saya, mungkin saja beliau melihat nilai-nilai saya yang cukup bagus di mata pelajaran matematika, IPA, dan IPS karena mata pelajaran yang dilombakan memang tiga mata pelajaran tersebut. Inilah kompetisi pertama saya. Soal demi soal saya kerjakan sesuai dengan pengetahuan saya. Beberapa minggu setelah kompetisi, hasil kompetisi pun keluar. Ternyata saya ada di peringkat 9 se-kecamatan. Dari sepuluh perwakilan siswa dari SD saya, saya termasuk peringkat tiga. Saya memang tidak bisa melanjutkan ke tingkat kabupaten namun pada saat itulah SD saya mulai diberi pembinaan khusus. Inilah kesuksesan dan kontribusi pertama kali saya. Saya mampu membuat bangga SD saya dan orang tua saya untuk pertama kalinya.

Kelas 5 SD, inilah puncak prestasi saya pada saat SD dulu. Saya otomatis mendapatkan gold ticket sebagai perwakilan dari SD saya untuk mengikuti kompetisi serupa namun masih tingkat kecamatan. Berbeda untuk kelas 5, selain total nilai dari tiga mata pelajaran yang dilombakan, ternyata ada peringkat khusus untuk setiap ketiga mata pelajaran ini. Alhasil, ternyata saya memeroleh peringkat 9 lagi untuk akumulasi total namun saya memeroleh peringkat 2 untuk mata pelajaran matematika. Jadi saya melanjutkan ke tingkat kabupaten untuk pelajaran matematika. Beberapa saat kemudian, terdapat olimpiade komputer tingkat kecamatan dan saya iseng-iseng mencobanya. Dan ternyata saya memeroleh peringkat 1 dan lanjut ke tingkat kabupaten. Setiap harinya saya mengikuti pembinaan untuk olimpade matematika dan malamnya saya mengikuti pembinaan untuk olimpiade komputer. Entah tidak ada rasa capek walaupun saya sering pulang malam karena saya merasa sangat senang sekali sebagai siswa yang berkontribusi untuk membawa nama baik SD saya. Untuk olimpiade matematika saya mendapatkan peringkat belasan sehingga saya tidak bisa lanjut ketingkat provinsi. Namun untuk olimpiade komputer, saya berhasil memeroleh peringkat 1 se-kabupaten. Sayang, olimpiade komputer ini hanya sampai tingkat kabupaten saja karena olimpiade ini masih tergolong baru dan untuk tingkat provinsi hingga nasional masih belum ada.

                Pada saat SMP dan SMA, saya rutin mengikuti berbagai macam perlombaan matematika. Namun untuk OSN, saya belum pernah tembus ke tingkat provinsi. Saya hanya menjuarai beberapa lomba yang diadakan oleh suatu SMA dan universitas saja di tingkat karisidenan dan provinsi. Pada saat saya berkuliah di Teknik Informatika ITS, saya lebih terfokus untuk mengikuti organisasi dan kepanitian saja sehingga saya hanya sedikit mengikuti berbagai perlombaan. Pada semester 7 saat itu, saya sudah tidak lagi mengikuti organisasi dan kepanitiaan sehingga saya mencoba untuk mengikuti kompetisi Data Mining Gemastik 9 yang diadakan oleh Kemenristek Dikti. Pada saat penyisihan, kita mengerjakan soal yang diberikan via online karena pada saat itu kami sedang kerja praktek di perusahaan masing-masing. Dan ternyata kami berhasil lolos ke final dan bertanding di UI. Soal yang diberikan kita kerjakan bersama-sama dengan waktu yang diberikan dan kemudian mempresentasikan metode kita ke depan juri. Alhamdullilah, ternyata tim kami mendapatkan medali emas dalam kategori data mining.

                Saya tidak menyangka lulus dengan IPK 3,83 dalam waktu 7 semester dari lulusan Teknik Informatika ITS yang dibilang memiliki tes masuk paling susah di ITS. Ketika saya maju ke tribun untuk penyerahan ijazah pada saat prosesi wisuda, orang tua saya sangat bangga karena nama saya masuk disebutkan sebagai lulusan cumlaude dan mendapatkan tepuk tangan dari para wisudawan.  Beberapa bulan kemudian, saya mendapatkan conditional letter dari University of Queensland.

                Berdasarkan kesuksesan-kesuksesan yang saya raih sebelumnya, saya menyadari bahwa sukses itu jangan diambil sendiri, namun dibagi-bagikan dengan orang lain juga. Saya ingat selama saya sekolah dulu, saya tertarik sekali membantu teman-teman saya yang kurang dalam hal akademik dengan membuat suatu kelompok kecil, terutama sebelum ujian. Alhamdullilah mereka merasa terbantu dan bisa mendapatkan nilai sesuai harapan mereka. Saya senang sekali membantu orang lain, namun alangkah baiknya bila saya dapat berkontribusi dengan penelitian bidang minat saya yaitu mengenai ilmu data karena Indonesia banyak sekali data-data penting di berbagai bidang namun kurang terolah dengan baik. Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggal Yang Hilang Di Tahun 1752

Ada kejadian aneh yang terjadi pada tahun 1752 bulan september, dimana dunia pernah kehilangan 11 hari. pada bulan september tidak ada tanggal 3 – 13. jadi dari tanggal 2 langsung lompat ke tanggal 14. bagi yang pengen lihat, coba aja atur kalender komputer kalian. cuman sayang, buat pengguna windows, tidak bisa melihat kalender tersebut, bagi yang pakek linux, ato yang selain windows, coba deh, set tanggal komputer kalian bulan september tahun 1752. Oleh Bob Brooke Pada tanggal 2 September 1752, yang terjadi aneh terjadi yang masih tetap genealogists pada kaki mereka. Pada hari itu, Kepulauan Inggris dan semua koloni Inggris, termasuk Amerika, hilang 11 hari – September 3 sampai 13. Orang-orang pergi tidur dan ketika mereka terbangun keesokan harinya, tanggal telah berubah menjadi 14 September. Ada kerusuhan di daerah pedesaan karena orang-orang berpikir pemerintah mencoba menipu mereka dari 11 hari dari kehidupan mereka. Meskipun hari ini menghilang di tanah Inggris tahun 1752, nomo...

Evolusi Sistem Operasi

Simple Processing (akhir 1940 - pertengahan 1950) Ciri-ciri: Tidak ada Sistem Operasi Komputer berjalan dengan sebuah konsole yang terdiri dari lampu, toggle switch, alat input, dan printer Error diindikasikan dengan lampu Masalah:  Penjadwalan : Kebanyakan instalasi masih menggunakan hardcopy sign-up sheet untuk memesan waktu komputer. Biasanya, user dapat menggunakan komputer selama 30 menit per satu hardcopy. Setup Time : Sebuah program, dinamakan job , perlu memakan berbagai tahap. Tahap-tahap tersebut diharuskan untuk memasang atau mencopot tape. Jika terjadi error, proses harus diulangi dari awal.   Simple Batch System  Ada sebuah software yang mengatasi masalah penjadwalan dan setup time. Software tersebut dinamakan Monitor Skema kerja Monitor: a. Operator memasukkan daftar job b. Mengatur antrian job dan secara otomatis menjalankanya c. Program mengembalikan kontrol ke monitor jika selesai Masalah: Memory Protection Timer Privileged Inst...